<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>I C B C</title>
	<atom:link href="http://icbc.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://icbc.wordpress.com</link>
	<description>Islamic Character Building Center</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Dec 2011 04:38:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='icbc.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>I C B C</title>
		<link>http://icbc.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://icbc.wordpress.com/osd.xml" title="I C B C" />
	<atom:link rel='hub' href='http://icbc.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Meningkatkan Daya Ingat</title>
		<link>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/meningkatkan-daya-ingat/</link>
		<comments>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/meningkatkan-daya-ingat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 09:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icbc</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[daya ingat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icbc.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Mendengar kata ingatan, rasanya bukanlah kata yang asing atau baru kita dengar. Dalam kehidupan sehari-hari berbagai aktifitas yang kita lakukan tidak terlepas dari proses mengingat. Apalagi dalam pembelajaran, rasanya takkan ada pembelajaran tanpa ingatan. Begitu pentingnya ingatan dalam proses pembelajaran sehingga apabila kita ingin berhasil dalam pembelajaran kita harus dapat mengingat dengan baik. Pernahkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=167&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p class="teks" style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal1.jpg" alt="Daya Ingat Otak " hspace="10" width="260" height="275" align="left" /></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar kata ingatan, rasanya bukanlah kata yang asing atau baru kita dengar. Dalam kehidupan sehari-hari berbagai aktifitas yang kita lakukan tidak terlepas dari proses mengingat. Apalagi dalam pembelajaran, rasanya takkan ada pembelajaran tanpa ingatan. Begitu pentingnya ingatan dalam proses pembelajaran sehingga apabila kita ingin berhasil dalam pembelajaran kita harus dapat mengingat dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernahkah anda mengalami saat-saat dimana anda mengingat setiap lirik lagu yang anda sering nyanyikan pada waktu kecil, atau anda sering lupa menaruh sesuatu. Satu waktu kita dapat mudah mengingat sesuatu dan satu waktu kita dapat dengan mudah merupakan sesuatu. Kejadian ini mungkin memunculkan pertanyaan kepada kita kenapa kita bisa lupa dalam mengingat sesuatu dan apa yang membuat kita dapat dengan mudah mengingat sesuatu? atau mungkin jika kita merasa diri kita adalah orang yang mudah lupa mengingat informasi, apakah itu pelajaran, daftar belanjaan yang harus dibeli, janji terhadap teman, boleh jadi pertanyaan yang akan muncul adalah apakah ingatan kita dapat diperbaiki? jika bisa bagaimanakah caranya membantu kita untuk meningkatkan daya ingat kita ?. Jika anda membaca tulisan ini dan mempraktekkannya pada kehidupan anda, percayalah kemungkinan besar akan ada perubahan pada kemampuan anda mengingat sesuatu. Strategi yang ada pada tulisan ini diambil dari berbagai sumber yang orang telah buktikan keampuhannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-167"></span></p>
<p class="judulBab" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Karakteristik Ingatan</span></strong></p>
<table style="text-align:justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<th width="49%" scope="col"><span class="teks"><img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal2.jpg" alt="Aktifitas Otak" hspace="10" width="254" height="258" align="left" /></span></th>
<th width="2%" scope="col"></th>
<td width="49%" align="left" valign="top" scope="col"><span class="teks">Ingatan merupakan suatu proses biologi, yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. Pada dasarnya ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari mahluk hidup lainnya. Ingatan memberi manusia kemampuan mengingat masa lalu, dan perkiraan pada masa depan. Ingatan merupakan kumpulan reaksi elektrokimia yang rumit yang diaktifkan melalui beragam saluran indrawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang sangat rumit dan unik di seluruh bagian otak. Ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan bertambahnya informasi yang disimpan.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Jadi, mengingat itu adalah proses kerja otak menyimpan informasi dan memunculkannya kembali. Sehingga terdapat lima (5) jenis ingatan, yaitu</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li class="teks"> ingatan jangka pendek-SEGERA,</li>
<li class="teks">ingatan jangka pendek-KERJA,</li>
<li class="teks"> ingatan jangka pendek-PERANTARA,</li>
<li class="teks"> ingatan jangka panjang-KERJA,</li>
<li class="teks"> ingatan jangka panjang-ARSIP.</li>
</ol>
<p class="teks" style="text-align:justify;"><strong>Ingatan jangka pendek-SEGERA</strong> adalah tempat dalam otak yang menampung informasi baru yang masuk. Ingatan ini terletak di bagian depan otak yang disebut lobe depan cerebral korteks. Ingatan ini hanya dapat menangani tujuh bit informasi (plus atau minus 2) sebelum ingatan itu menyalurkan informasi ke memori kerja atau memori perantara. Jadi, informasi apapun yang kita terima pertama kali melalui panca indera kita akan masuk dalam ingatan jangka pendek-SEGERA ini.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;"><strong>Ingatan jangka pendek-KERJA</strong> dapat diandaikan seperti buku catatan yang terbuka di meja kerja kita. Informasi ditulis, dibaca, atau dicatat dalam ingatan ini. Yang terpenting, memori ini merupakan apa yang difokuskan saat ini.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;"><strong>Memori jangka pendek-PERANTARA</strong> adalah buku catatan yang diletakan di sudut ruangan. Kita dapat mengambilnya jika perlu, tetapi saat ini ingatan itu tidak penting. Ingatan jangka pendek-PERANTARA dapat kita umpamakan sebagai &#8220;recycle bin&#8221; atau tempat sampah dalam komputer, hanya bedanya komputer dapat mengkosongkannya akan tetapi ingatan kita akan selalu tersimpan.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Pada malam hari, ketika tidur, semua informasi jangka pendek dimasukan ke dalam ingatan jangka panjang. Akan menjadi ingatan apakah ingatan jangka pendek itu selanjutnya, apakah ingatan jangka panjang-KERJA, atau ingatan jangka panjang- ARSIP tergantung pada pertanyaan apakah informasi ini akan kita perlukan besok atau dalam waktu dekat? jika jawabannya Ya, maka informasi tersebut disimpan dalam ingatan jangka panjang-KERJA. Jika jawabannya tidak, maka informasi tersebut disimpan dalam ingatan jangka  panjang-ARSIP.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;"><strong>Ingatan jangka panjang-KERJA</strong> adalah pengetahuan yang diperlukan sehari-hari. Kita perlu tahu dimana kita tinggal, berapa nomor telepon kita, dan sebagainya.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;"><strong>Ingatan jangka panjang-ARSIP</strong> adalah pengetahuan yang tidak kita gunakan saat ini atau tidak akan digunakan  untuk waktu lama.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Ingatan yang disimpan makin lama tentunya semakin banyak sehingga banyak hal yang ditumpuk membuat ingatan yang pertama disimpan sulit diingat kembali. Seperti halnya barang-barang di gudang sebuah rumah, awalnya gudang itu kosong lalu kotak pertama diletakkan di sudut, kemudian kotak kedua di sudut yang lain, kemudian ditumpuk, lalu tambahkan hingga 1000 kotak. Kotak pertama tentu masih ada di sana, akan tetapi sulit untuk mengambilnya.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">
<p class="judulBab" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Potensi Ingatan Yang Dimiliki Manusia</span></strong></p>
<table style="text-align:justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<th width="47%" height="238" scope="col"><span class="teks"><img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal3.jpg" alt="Potensi Otak" hspace="10" width="276" height="215" align="left" /></span></th>
<th width="53%" valign="top" scope="col">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<th height="29" scope="col"></th>
</tr>
<tr>
<td>
<p class="teks"><span class="style1"><strong>Tahukah anda bahwa :</strong></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><span class="teks"><strong>√ Otak kita lebih hebat dari komputer</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span class="teks"><strong>√ Otak kita memiliki kapasitas  sama dengan Enstein</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="teks">
</th>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Bayangkan sejenak dalam mata-pikiran, kita membuka pintu dapur, kemudian catatlah dalam pikiran, segala sesuatu yang ada di dapur. Lemari makanan, kompor, peralatan masak, letak piring, gelas, dan lain-lain. Detail yang kita dapat ingat itu luar biasa. Dan itu baru dapur saja. Kita juga dapat melakukan hal yang sama pada mengingat hal lain. Ingatan kita itu sesungguhnya sudah hebat akan tetapi masalahnya bagaimana memaksimalkan fungsinya.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Dalam kondisi biasa, kapasitas ingatan manusia sulit diukur, akan tetapi penelitian mutakhir tentang otak mendukung apa yang telah diperkirakan para ahli selama ini. Otak manusia mampu berfungsi lebih dari yang kita bayangkan. Otak kita mempunyai jutaan sel syaraf yang disebut neuron, yang dapat berinteraksi dengan sel-sel lain sepanjang cabang yang disebut dendrit. Bahkan beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa rata-rata otak dapat menyimpan satu kuadrillun potongan (satu kuadrillun adalah angka 1 diikuti 15 nol) informasi jangka panjang.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Jika komputer memiliki kapasitas memori yang terbatas, maka otak manusia memiliki jauh lebih besar kapasitas memori tersebut. Apabila kita menyimpan file atau informasi di dalam komputer maka, terdapat kapasitas yang terbatas, sehingga apabila kapasitas memori sudah penuh kita harus menambah kapasitas memori komputer kita. Coba bandingkan dengan otak kita yang dapat menyimpan informasi selama puluhan tahun, sepanjang hidup kita tanpa harus menambah kapasitas memori yang sudah ada.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">
<p class="judulBab" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Para Genius Bidang Ingatan</span></strong></p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Semua kita memiliki kapasitas otak yang luar biasa. Kita pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mengingat melebihi komputer. Kekuatan ini dapat kita lihat dari orang-orang yang dapat kita katakan genius dalam bidang ingatan. Melihat para genius ini dapat melakukannya, semoga dapat memberikan motivasi pada kita bahwa kita juga dapat melakuklan hal yang serupa jika kita mau.</p>
<ol style="text-align:justify;" type="1">
<li class="teks">Konduktor Arturo Toscani dapat mengingat semua nada setiap instrumen dari 250 simfoni, ditambah dialog dan musik dari 100 opera. Pada sebuah konser saat para pemusik bersiap-siap, seorang pemain organ menemukan tuts organnya patah. Saat mendengar hal ini Toscani berpikir sebentar dan kemudian berkata, “tidak apa-apa nada dengan kunci itu tidak akan dimainkan dalam konser malam ini”.</li>
<li class="teks">Hideaki Tomoyori dari Yokohama Jepang, mengingat nilai pi hingga 40 ribu desimal dan memecahkan rekor sebelumnya yang mencapai 10 ribu desimal.</li>
<li class="teks">Antonio de Marco Magliabechi, seorang warga Italia yang lahir pada 1633 menggunakan ingatan fotografik dan penguasan membaca cepatnya untuk mendemontrasikan bagaimana ia dapat menulis seluruh isi sebuah buku setelah membaca satu kali.</li>
<li class="teks">Dario Donatelli memecahkan rekor ingatan dunia dengan mengucapkan kembali rangkain 73 angka dalam 48 detik setelah diperdengarkan.</li>
<li class="teks">Kaukamata, seorang kepala suku Maori dari Selandia Baru, mampu mengingat seluruh sejarah sukunya dari 45 generasi selama seribu tahun. Setiap pemaparan sejarah satu generasi memakan waktu tiga hari.</li>
<li class="teks">Stephen Powelson, pensiunan akuntan dari Les-Loges-en-Josas, Prancis mengingat lebih dari 14.300 baris dari keseluruhan 15.693 baris karya Homer, &#8220;Iliad&#8221; yang tertulis dalam bahasa klasik Yunani. Ingatan tersebut dilatih Powelson selama sepuluh tahun dan dia memulainya pada usia enam puluh tahun.</li>
<li class="teks">Imam Bukhori, adalah perawi hadis dan ahli hadis yang terkenal. Sejak kecil dia telah menunjukan bakatnya yang cemerlang dan luar biasa ketajaman ingatan dan hapalannya melebihi orang lain. Dia menghapalkan 300.000 hadis.</li>
<li class="teks">Kardinal       Mezzofani dapat berbicara dalam enam puluh bahasa dengan cukup baik.</li>
<li class="teks">Christin Friedrich Hernaker, bayi genius dari Lubeck Jerman, lahir pada 1721. pada usia sepuluh bulan dia mampu mengingat setiap kata yang didengarnya; pada usia tiga tahun dia dapat berbicara latin dan Prancis, dan memahami injil, geografi, dan sejarah dunia secara komprehensif. Sayangnya, anak genius tersebut meninggal pada usia empat tahun setelah meramalkan kematiannya sendiri.</li>
<li class="teks">Pendeta David Misenheimer dari Charlotte, Carolina Utara, Amerika Serikat, mampu mengingat nama dan wajah dengan baik. Setiap minggu ia menyalami tiap jemaahnya yang berjumlah 1.800 orang dengan menyebut nama mereka.</li>
</ol>
<p class="judulBab" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Proses Terbentuknya Ingatan</span></strong></p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">
<p class="teks" style="text-align:justify;">Meskipun banyak dari kita yang sering mengatakan atau mendengar “buruknya ingatan” sebenarnya ingatan kita bekerja berdasarkan  suatu pola yang memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu. Hampir sama dengan konsep kecerdasan ganda, saat seseorang bisa menjadi penulis yang hebat, tapi lemah dalam konsep matematika, hal yang sama terjadi dengan ingatan. Ada orang yang bisa dengan mudah mengingat wajah, tetapi tidak pernah ingat tempat dia menaruh kunci motor. Langkah awal untuk memperbaiki ingatan adalah menyadari kelemahannya. Karena ingatan disimpan dalam berbagai jalur syaraf, penting sekali kita memahami bagaimana suatu ingatan dikodekan, disimpan, dan ditampilkan kembali.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Bahkan saat anda membaca tulisan ini, otak anda memilah-milah sejumlah besar informasi yang ditangkap oleh mata, mulut, kuping, kulit, dan hidung. Begitu semua rangsangan memasuki otak melalui indra, rangsangan tersebut akan langsung diproses oleh jaringan rumit yang terdiri atas impuls-impuls syaraf, protein, dan elektrik.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Misalnya, masukan yang ditimbulkan oleh kata-kata dalam tulisan ini, saat ini juga akan disalurkan melalui saraf optik menuju tempat penyimpanan terakhir – yaitu di daerah visual korteks yang merupakan bagian dari lobus okspital. Jika informasi tersebut ternyata tidak memperoleh perhatian yang ,memadai, atau dianggap tidak cukup untuk disimpan dalam ingatan jangka panjang, informasi tersebut akan diberi kode sebagai ingatan jangka pendek, dan kemudian dibuang atau diklasifikasikan kembali. Proses pemberian kode sangat erat kaitannya dengan keadaan emosi, nilai, dan arti suatu ionformasi, atau bagaimana kaitan informasi tersebut dengan pembelajarannya sebelumnya, serta berapa banyak perhatian yang telah diberikan pada informasi tersebut. Apabila informasi itu ada kaitannya dengan pengalaman tertentu, berbagai unsur pengalaman tadi akan dipanggil dari tempat-tempat penyimpanan di dalam otak sehingga membentuk suatu komposisi terpadu, yang pada akhirnya memacu ingatan anda.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Untuk  lebih jelas bagaimana ingatan dibentuk dapat   kita urutkan berdasarkan tahapannya, yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;" type="1">
<li class="teks">Kita berpikir, bergerak, melihat, mendengar, dan       mengalami hidup (sebagai rangsangan inderawi)</li>
<li class="teks">Semua pengalaman itu disimpan di dalam otak (melalui kode-kode)</li>
<li class="teks">Masukan itu       diurutkan oleh struktur dan proses otak berdasarkan nilai, arti, dan       kegunaannya.</li>
<li class="teks">Berbagai syaraf       diaktifkan.</li>
<li class="teks">Syaraf yang satu menyampaikan informasi kepada syaraf yang lain       melalui reaksi elektrik dan kimiawi.</li>
<li class="teks">Hubungan-hubungan itu diperkuat dengan pengulangan, pengistirahatan,       dan emosi.</li>
<li class="teks">Ingatan terbentuk</li>
</ol>
<p class="teks" style="text-align:justify;">
<p class="judulBab" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ingatan</span></strong></p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Mengingat merupakan proses mental yang melibatkan banyak komponen dalam diri kita. Mulai dari (1) menerima informasi yang akan kita ingat melalui panca indera kita, kemudian (2) disimpan dalam otak kita yang melibatkan kerja otak dalam mengolah dan menyimpan informasi, serta (3) memanggil atau memunculkan kembali informasi yang telah disimpan.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Jika kita mudah lupa dalam mengingat sesuatu, maka kita harus dapat mengenali dimanakah kelemahan kita dalam mengingat. Untuk itu maka kita perlu mengetahui faktor apa yang mempengaruhi pada proses mengingat itu, baik ketika informasi itu datang, maupun ketika informasi itu disimpan.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Menganggap suatu informasi itu penting atau tidak penting merupakan       alasan paling umum mengapa informasi dilupakan. Kita hanya mengingat hal-hal yang menarik minat kita saja. Jika informasi itu tidak dianggap penting maka informasi itu tidak akan disimpan di dalam ingatan jangka panjang.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Faktor lain yang mempengaruhi ingatan adalah adanya gangguan – suatu rangsangan lain muncul bersamaan dengan tahap pemrosesan ingatan, jika gangguan terjadi, upaya untuk kembali menampilkan ingatan akan menjadi gagal. Misalnya anda mengingat nomor telepon yang tidak pernah diketahui sebelumnya, ucapkan nomor tersebut beberapa kali sebelum disimpan dalam ingatan jangka pendek, kemudian mengobrollah sebentar dengan seseorang. Apakah Anda masih ingat dengan nomor telepon tadi setelah percakapan selesai? kemungkinan besar anda akan sulit untuk mengingatnya kembali.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Faktor lain yang mempengaruhi ingatan kita adalah kondisi psikologis kita. Kinerja ingatan kita akan mencapai puncak jika berada dalam tingkatan stress yang memadai. Namun, kinerja tersebut akan menurun jika stress menjadi berlebihan atau kronis. Salah satu aspek penting dalam mengingat sesuatu adalah perhatian dan fokus. Cobalah bayangkan bagaimana konsentrasi anda ketika merasa cemas. Dalam keadaan seperti itu kemungkinan besar Anda akan membuat kesalahan, melupakan sesuatu, atau merasa bingung.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi ingatan kita adalah faktor fisik atau kesehatan kita. Beberapa penyakit memang mempengaruhi ingatan kita seperti Alzheimer (lupa pada hal-hal yang baru tetapi ingat pada hal-hal yang lama), amnesia, dan lain sebagainya. Selain itu kesehatan fisik kita juga mempengaruhi kemampuan kita dalam mengingat. Untuk itu asupan makanan yang bergizi menjadi penting dalam menjaga tubuh selalu dalam kesehatan  yang prima sehingga proses mengingat dapat dilakukan dnegan baik.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Jika sudah memperhatikan sebuah nama, atau informasi kemudian anda menyimpannya untuk masa depan. Saat menempatkan data di bank ingatan Anda untuk disimpan, Anda tidak bisa melemparkannya masuk begitu saja seolah otak anda adalah Taman Mini Indonesia Indah. Bayangkan rasanya mencoba menemukan nomor telepon dokter yang anda tulis di atas selembar kertas dan dilempar ke dalam hutan belantara yang sangat luas! kita memerlukan patokan atau pedoman untuk membantu kita menyimpan semua informasi yang kita perhatikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span class="teks">Kerapihan dalam menyimpan berbagai informasi menjadi kunci apakah informasi itu tersimpan baik atau tidak. Untuk   menyimpan informasi dengan baik, kita dapat menggunakan metode mnemonik atau (metode mengingat) yang akan Anda dapati pada bagian lain dari tulisan ini. </span></p>
<p class="teks" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Definisi Mnemonik Sebagai Metode Meningkatkan Daya Ingat</span></strong></p>
<table style="text-align:justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<th width="34%" scope="col"><span class="teks"><img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/mnemosyne.jpg" alt="Mnemosyne" hspace="10" width="210" height="227" align="left" /></span></th>
<td rowspan="2" width="66%" valign="top" scope="col"><span class="teks">Pada dasarnya pemacu ingatan atau mnemonik adalah alat untuk mengingat. Secara peristilahan, mnemonik adalah kata yang sudah ada sejak seribu tahun yang lalu atau lebih. Orang yunani kuno dahulu sangat memuja kemampuan ingatan sehingga mereka mempunyai dewa yang bernama Mnemosyne – berarti berpikir masak-masak &#8212; yang berkedudukan sebanding dengan dewa cinta dan kecantikan. Sejumlah strategi ingatan dirancang oleh negarawan Yunani dan Romawi pada masa itu untuk membantu mereka mengingat sejumlah besar informasi, untuk membuat pendengar terkesan saat mereka berpidato atau berdebat di Senat. Dewasa ini, kata mnemonik mengacu pada teknik-teknik pemacu ingatan secara umum </span></td>
</tr>
<tr>
<th height="30" scope="col">Mnemosyne<br />
(Sumber :www.nea-acropoli.gr)</th>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="teks" style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Macam-Macam Teknik Dalam Metode Mnemonik Dalam Meningkatkan Daya Ingat</span></strong></p>
<table style="height:264px;text-align:justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="70%" height="220" align="left" valign="top" scope="col">
<p class="teks">
<p class="teks">Banyak orang baru menyadari bahwa ketika mereka menerapkan teknik mnemonik untuk mengingat sesuatu, proses ingatan akan lebih mudah. Mnemonik selalu menggunakan prinsip asosiasi, yaitu informasi yang diingat dikaitkan dengan informasi yang lain yang mudah dingat. Peralatan mnemonik yang akan diuraikan pada tulisan ini akan dibatasi pada lima (5) teknik, yaitu:</p>
<ol type="1">
<li class="teks">Metode loci</li>
<li class="teks">Sistem       kata kunci</li>
<li class="teks">Teknik       menghubungkan</li>
<li class="teks">Teknik       akronim dan</li>
<li class="teks">Akrostik (Jembatan Keledai)</li>
</ol>
</td>
<th rowspan="2" width="3%" align="left" valign="top" scope="col"></th>
<th width="27%" height="231" align="center" valign="top" scope="col"><img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/buzan.jpg" alt="Tony Buzan" width="164" height="222" /></th>
</tr>
<tr>
<td height="33" align="center" valign="top" scope="col"><span class="teks">Tony Buzan,tokoh Memori<br />
</span><span class="style3">(Sumber : www.nightingale.com)</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="teks" style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">1. Teknik Loci</span></strong></p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Loci berarti lokasi adalah alat mnemonik yang berfungsi dengan mengasosiasikan tempat-tempat atau benda-benda di lokasi yang dikenal dengan hal-hal yang ingin anda ingat. Misalnya anda akan memberikan presentasi yang mengandung tiga topik utama. Setiap bagian presentasi akan dihubungkan dengan pasak (penanda) yang mewakili urutan isi presentasi.  Misalnya, mari bayangkan sebuah ruangan kelas. Pot tanaman yang ada di sudut ruangan adalah hal pertama yang anda lihat ketika maju ke depan. Anda memilih pot tanaman itu untuk mengingatkan anda pada ucapan selamat pada guru dan teman-teman anda di kelas. Piagam-piagam yang terpasang di dinding dipilih untuk mengingatkan anda pada topik selanjutnya, dan mungkin pintu kelas dipilih untuk mengingatkan bagian penutup dari presentasi yang akan anda sampaikan.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Apabila anda ingin menggunakan metode ini, maka pilihlah tempat yang akrab dengan anda seperti rumah, atau mobil anda. Contoh lain misalnya anda ingin mengingat daftar belanjaan yang terdiri dari tomat, mi, pisang, dan saus sambal. Anda tahu bahwa anda akan pulang ke rumah menyetir mobil dan harus mampir ke swalayan dalam perjalanan pulang. Luangkan waktu anda untuk membayangkan ini. Tomat-tomat itu pecah dan berserakan di bagasi mobil, anda menutup pintunya dan tomat-tomat itu muncrat keluar. Bakmi bergelantungan di kaca spion, roti melompat ke luar dari radio mobil, pisang terinjak di lantai, botol saus berada di atas kepala anda.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Kini, ketika anda memasuki mobil untuk pulang dari tempat kerja dan ingin mengingat apa yang harus anda beli, anda hanya perlu melihat ke bagasi, dan yang lain-lainnya akan bermunculan kembali dalam bayangan anda.</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Semakin aneh dan konyol imajinasi anda ini, semakin mudah untuk  mengingatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><br />
2. Teknik Kata Kunci</span></strong>
</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Metode mnemonik ini telah digunakan orang selama bertahun-tahun, terutama untuk mengingat kata-kata bahasa asing dan konsep abstrak. Metode ini adalah asosiasi lain yang mengaitkan secara verbal dan visual kata yang berlafal mirip dengan kata atau konsep yang harus diingat. Misalnya untuk mengingat kata prokasinasi (suka menunda-nunda mengerjakan tugas) kita mengasosiasikannya dengan kata porkas (undian olahraga) karena kata itu mudah kita ingat, jadi kita    coba mendekatkan prokas dengan porkas lalu hanya tinggal menambah kata inasi jadilah kita mengingat kata prokasinasi. Contoh lain, untuk mengingat arti kata hiperbola (suka berlebihan dalam menceritakan sesuatu), coba bayangkan seorang kiper yang tidak dapat menangkap bola yang melambung terlampau tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><br />
3. Teknik Kata Penghubung</span></strong>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span class="teks">Menghubungkan adalah proses mengaitkan atau mengasosiasikan satu kata dengan kata yang lain melalui sebuah aksi atau gambaran. Strategi ini biasa digunakan dengan sistem kata penanda untuk mengingatkan serangkaian informasi dalam urutan tertentu. Dengan strategi kata penanda yang telah diajarkan tadi, misalnya nomor telepon 438-0367 dapat diingat dengan dihubungkan dengan (4) roda mobil mogok ditarik oleh bemo beroda (3) sampai di sebuah sirkuit  balap (8) yang kosong (0). Bemo beroda (3) itu membawa telur setengah lusin (6) untuk makan selama semingu (7). Atau anda ingin mneyederhanakan proses mengingatnya dengan mengkombinasikan nomor dalam beberapa unit, sehingga nomor 1945-1965 dapat diingat dengan tahun kemerdekaan Indonesia yang coba dikudeta oleh PKI. Kunci dalam membuat hubungan adalah menggunakan imajinasi. Hubungan yang dibentuk tidak perlu logis atau realistis, yang penting hubungan itu memicu ingatan anda</span>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><br />
4. Akronim</span></strong>
</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Akronim adalah satu kata yang terbuat dari huruf pertama dari serangkaian kata. Salah satu akronim yang terkenal adalah NASA, badan ruang angkasa Amerika Serikat, singkatan dari <em>National Aeronautics and Space Administration</em>. Nama-nama organisaai sering dipendekkan dalam bentuk akronim, misalnya PSSI akronim dari persatuan sepakbola seluruh Indonesia. Akronim terkadang memasukkan huruf kedua (biasanya huruf vokal) agar singkatan lebih mudah terbaca seperti jabotabek (JAkarta, BOgor, TAngerang, BEKasi) tetapi akronim tidak harus selalu membentuk kata. Gunakan imajinasi anda jika harus mengingat lima hal yang harus anda lakukan saat pulang ke rumah (misalnya, bersih-bersih, mencuci, memasak, menelpon, dan membaca koran). Anda dapat memicu ingatan anda dengan membuat akronim BC-M2K</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><br />
5. Akrostik (Jembatan Keledai)</span></strong>
</p>
<p class="teks" style="text-align:justify;">Akrostik seperti akronim, juga mengggunakan huruf-huruf kunci untuk membuat konsep abstrak lebih konkret, sehingga mudah diingat. Namun, akrostik tidak selalu menggunkan huruf pertama dan tidak selalu menghasilkan singkatan dalam bentuk satu kata, informasi yang diingat dalam akrostik dapat berbentuk kalimat atau frase tertentu. Akrostik juga dikenal dengan nama “jembatan keledai” misalnya untuk mengingat urutan warna-warni pelangi digunakan akrostik mejikuhibiniu : merah, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Contoh lain kita dapat mengingat huruf-huruf Qoloqolah dalam  pelajaran tajwid membaca alquran dengan membuat akronim “baju di toko” (ba, Jim, Dal, Tho, Qof).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><br />
Penutup</span></strong>
</p>
<p style="text-align:justify;">I<span class="teks">ngatan merupakan suatu proses biologi, yakni informasi yang diberi kode, disimpan serta dipanggil kembali. Karena ingatan merupakan suatu proses, maka mungkin saja terjadi, proses tersebut terjadi secara baik, dan dapat pula terjadi proses tersebut mengalami gangguan sehingga berproses kurang optimal. Keluhan yang dikemukakan orang bahwa “saya adalah orang bodoh, tidak memiliki kemampuan, dan daya ingat saya lemah” tentunya sangat berbeda dengan kapasitas yang sesungguhnya kita miliki. Kita sebagai manusia memiliki otak yang memiliki kehebatan yang luar biasa bahkan melebihi computer. Akan tetapi terkadang kita tidak tahu bagaimana memanfaatkan kehebatan otak tersebut, terutama dalam mengingat sesuatu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="teks">Kemampuan kita mengingat sesuatu sesungguhnya luar biasa, tetapi mungkin terdapat beberapa factor yang membuat proses itu terganggu. Factor yang mempengaruhi kemampuan kita dalam mengingat sesuatu adalah seberapa besar minat kita terhadap informasi yang mau diingat tersebut, kemudian tidak konsentrasi dalam mengingat, serta kondisi psikologis kita. Agar proses mengingat kita dapat berjalan dengan baik, maka kita harus memperhatikan factor-faktor tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="teks">Hal yang sangat penting harus kita perhatikan dalam mengingat sesuatu adalah menggunakan teknik yang dapat mempermudah kita  mengingat sesuatu, misalnya teknik mnemonik seperti teknik loci, kata kunci, akronim, akrostik, serta kata penghubung. Menggunaan teknik mnemonik dalam mengingat suatu informasi memiliki banyak keuntungan, baik waktu yang diperlukan untuk mengingat lebih singkat, serta ingatan tersebut akan tersimpan dalam ingatan jangka panjang kita. Membiasakan menggunakan teknik mnemonik dalam kehidupan kita sehari-hari mungkin akan membuat anda merasa heran dan ajaib, cobalah</span> !</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://www.e-dukasi.net/">e-dukasi.net</a></p>
<p style="text-align:justify;">Perlu dibaca:<br />
<a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312">Menyeimbangkan otak kiri dan kanan</a><br />
<a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250">Jelajahi kekuatan otak.</a><br />
<a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253">Kenali tipe belajar anda!</a><br />
<a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=251">Membangun rasa percaya diri</a></p>
<p><span class="header"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icbc.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icbc.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icbc.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icbc.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/icbc.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/icbc.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/icbc.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/icbc.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icbc.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icbc.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icbc.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icbc.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icbc.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icbc.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=167&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/meningkatkan-daya-ingat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53e7290a3d5632db00d6aaaa75144768?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">icbc</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Daya Ingat Otak </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aktifitas Otak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Potensi Otak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/mnemosyne.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mnemosyne</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/buzan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tony Buzan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Cara Belajar Individu</title>
		<link>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/mengenal-cara-belajar-individu/</link>
		<comments>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/mengenal-cara-belajar-individu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 08:19:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icbc</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icbc.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Zainun Mu&#8217;tadin, SPsi., MSi. Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=164&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-right:15px;margin-top:6px;text-align:justify;">Oleh: <a href="http://www.e-psikologi.com/lain-lain/zainun.htm">Zainun                         Mu&#8217;tadin, SPsi., MSi.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki                         perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan                         tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik,                         pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari                         hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu                         memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap                         pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia                         pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi                         tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara                         maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa                         sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola                         pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di                         Indonesia seringkali kita mendengar keluhan dari                         orangtua yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk                         membuat anaknya menjadi &#8220;pintar&#8221;. Orangtua                         berlomba-lomba menyekolahkan anak-anaknya ke                         sekolah-sekolah terbaik. Selain itu anak diikutkan dalam                         berbagai kursus maupun les privat yang terkadang menyita                         habis waktu yang seharusnya bisa dipergunakan anak atau                         remaja untuk bermain atau bersosialisasi dengan                         teman-teman sebayanya. Namun demikian usaha-usaha                         tersebut seringkali tidak membuahkan hasil seperti yang                         diharapkan, bahkan ada yang justru menimbulkan masalah                         bagi anak dan remaja.</p>
<p><span id="more-164"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apa                         sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tersebut                         tidak kunjung-kunjung pintar? Salah satu faktor yang                         dapat menjadi penyebabnya adalah ketidaksesuaian cara                         belajar yang dimiliki oleh sang anak dengan metode                         belajar yang diterapkan dalam pendidikan yang                         dijalaninya termasuk kursus atau les privat. Cara belajar yang dimaksudkan disini adalah kombinasi                         dari bagaimana individu menyerap, lalu mengatur dan                         mengelola informasi.</p>
<p>Otak                         manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling                         kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ                         yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat                         dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan                         yang memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan                         reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah                         yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga dengan                         baik sampai seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut                         MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang                         seluruhnya dikenal sebagai <em>triune brain/three in one                         brain</em> (dalam DePorter &amp; Hernacki, 2001). Bagian                         pertama adalah batang otak, bagian kedua sistem limbik                          dan yang ketiga adalah neokorteks.</p>
<p style="text-align:justify;">Batang                         otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil,                         bagian otak ini bertanggungjawab atas fungsi-fungsi                         motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari                         panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini                         adalah perilaku untuk mempertahankan hidup, dorongan                         untuk mempertahankan spesies.</p>
<p style="margin-right:15px;margin-top:10px;margin-bottom:6px;text-align:justify;">Disekeliling                         batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks                         dan luas. Sistem ini berada di bagian tengah otak                         manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu                         menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori                         dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur                         bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan                         darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh,                         metabolisme dan sistem kekebalan. Sistem limbik adalah                         panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra                         penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan,                         penciuman sebagai input yang kemudian informasi ini                         disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.</p>
<p style="margin-right:15px;margin-top:10px;margin-bottom:6px;text-align:justify;">Neokorteks                         terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan                         80% dari seluruh materi otak. Bagian ini merupakan                         tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian                         inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui                         penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia.                         Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran,                         berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku                         normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan non                         verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih                         tinggi berada, diantaranya adalah : kecerdasan                         linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa,                         musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi.</p>
<p style="margin-right:15px;margin-top:0;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Trebuchet MS;"><br />
Karakteristik                         Cara Belajar</span></strong><br />
Berdasarkan                         kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola                         dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu                         dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori                         tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan                         kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku                         tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa                         individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik                         cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki                         karakteristik cara belajar  yang lain.                         Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa                         individu memiliki salah satu karakteristik yang paling                         menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang                         sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk                         menyerap pelajaran. Dengan kata lain jika sang individu                         menemukan metode belajar yang sesuai dengan                         karakteristik cara belajar dirinya maka akan cepat ia                         menjadi &#8220;pintar&#8221; sehingga kursus-kursus atau                         pun les private secara intensif mungkin tidak diperlukan                         lagi.
</p>
<p style="margin-right:15px;margin-top:10px;text-align:justify;">Adapun                         ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara                         belajar seperti disebutkan diatas, menurut DePorter                         &amp; Hernacki (2001), adalah sebagai berikut:</p>
<p style="margin-right:15px;margin-top:12px;margin-bottom:12px;text-align:justify;"><strong>1. Karakteristik                         Perilaku Individu dengan Cara Belajar Visual </strong></p>
<p style="margin-right:15px;padding-left:30px;text-align:justify;">Individu                         yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik                         ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:</p>
<ul style="font-family:Trebuchet MS;font-size:10pt;margin-top:0;margin-bottom:0;text-align:justify;">
<li>
<p style="margin-right:15px;margin-top:6px;" align="justify">rapi                             dan teratur</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">berbicara                             dengan cepat</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">mampu                             membuat rencana jangka pendek dengan baik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">teliti                             dan rinci</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">mementingkan                             penampilan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">lebih                             mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang                             didengar</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">mengingat                             sesuatu berdasarkan asosiasi visual</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">memiliki                             kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">biasanya                             tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara                             berisik ketika sedang belajar</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">sulit                             menerima instruksi verbal (oleh karena itu                             seringkali ia minta instruksi secara tertulis)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">merupakan                             pembaca yang cepat dan tekun</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">lebih                             suka membaca daripada dibacakan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">dalam                             memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu                             bersikap  waspada, membutuhkan penjelasan                             menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang                             berkaitan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">jika                             sedang berbicara di telpon ia suka membuat                             coretan-coretan tanpa arti selama berbicara</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">lupa                             menyampaikan pesan verbal kepada orang lain</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">sering                             menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat                             &#8220;ya&#8221; atau &#8220;tidak&#8217;</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">lebih                             suka mendemonstrasikan sesuatu daripada                             berpidato/berceramah</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">lebih                             tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar)                             daripada musik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">seringkali                             tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai                             menuliskan dalam kata-kata</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:12px;margin-bottom:12px;text-align:justify;">
<p style="margin-right:15px;margin-top:12px;margin-bottom:12px;text-align:justify;"><strong>2. Karakteristik                         Perilaku Individu dengan Cara Belajar Auditorial </strong></p>
<p style="margin-right:15px;padding-left:30px;text-align:justify;">Individu                         yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik                         ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:</p>
<ul style="font-family:Trebuchet MS;font-size:10pt;margin-top:0;margin-bottom:0;text-align:justify;">
<li>
<p style="margin-right:15px;margin-top:6px;" align="justify">sering                             berbicara sendiri ketika sedang bekerja</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">mudah                             terganggu oleh keributan atau suara berisik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">lebih                             senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">jika                             membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">dapat                             mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna                             suara</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">mengalami                             kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat                             pandai dalam bercerita</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">berbicara                             dalam irama yang terpola dengan baik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">berbicara                             dengan sangat fasih</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">lebih                             menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">belajar                             dengan mendengarkan dan mengingat apa yang                             didiskusikan daripada apa yang dilihat</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">senang                             berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara                             panjang lebar</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify"><span style="font-size:x-small;font-family:Trebuchet MS;"><span style="color:black;">mengalami                             kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas                             yang berhubungan dengan visualisasi</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify"><span style="font-size:x-small;font-family:Trebuchet MS;"><span style="color:black;">lebih                             pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan                             keras daripada menuliskannya</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify"><span style="font-size:x-small;font-family:Trebuchet MS;"><span style="color:black;">lebih                             suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku                             humor/komik </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:12px;margin-bottom:12px;text-align:justify;">
<p style="margin-right:15px;margin-top:12px;margin-bottom:12px;text-align:justify;"><strong>3. Karakteristik                         Perilaku Individu dengan Cara Belajar Kinestetik </strong></p>
<p style="margin-right:15px;padding-left:30px;text-align:justify;">Individu                         yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik                         ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:</p>
<ul style="font-family:Trebuchet MS;font-size:10pt;margin-top:0;margin-bottom:0;text-align:justify;">
<li>
<p style="margin-right:15px;margin-top:6px;" align="justify">berbicara                             dengan perlahan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">menanggapi                             perhatian fisik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">menyentuh                             orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">berdiri                             dekat ketika sedang berbicara dengan orang                             lain</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">banyak                             gerak fisik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">memiliki                             perkembangan otot yang baik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">belajar                             melalui praktek langsung atau manipulasi</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">menghafalkan                             sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">menggunakan                             jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang                             membaca</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">banyak                             menggunakan bahasa tubuh (non verbal)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">tidak                             dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang                             lama</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">sulit                             membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat                             tersebut</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">menggunakan                             kata-kata yang mengandung aksi</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">pada                             umumnya tulisannya jelek</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">menyukai                             kegiatan atau permainan yang menyibukkan (secara                             fisik)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:15px;" align="justify">ingin                             melakukan segala sesuatu</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-right:15px;margin-top:12px;text-align:justify;">Dengan                         mempertimbangkan dan melihat cara belajar apa yang                         paling menonjol dari diri seseorang maka orangtua atau                         individu yang bersangkutan (yang sudah memiliki                         pemahaman yang cukup tentang karakter cara belajar                         dirinya) diharapkan dapat bertindak secara arif dan                         bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi                         para remaja yang mengalami kesulitan belajar, cobalah                         untuk mulai merenungkan dan mengingat-ingat kembali apa                         karakteristik belajar anda yang paling efektif. Setelah                         itu cobalah untuk membuat rencana atau persiapan yang                         merupakan kiat belajar anda sehingga dapat mendukung                         agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan. Salah                         satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memanfaat                         berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video,                         gambar, dll. Selamat mencoba.  Semoga bermanfaat. (jp)</p>
<p style="text-align:justify;">sumber :<br />
<a href="http://www.e-psikologi.com/epsi/default.asp"><img src="//www.e-psikologi.com/images/btn_epsiko.gif" alt="" width="152" height="36" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icbc.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icbc.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icbc.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icbc.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/icbc.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/icbc.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/icbc.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/icbc.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icbc.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icbc.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icbc.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icbc.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icbc.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icbc.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=164&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/mengenal-cara-belajar-individu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53e7290a3d5632db00d6aaaa75144768?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">icbc</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Leadership Action Triggers</title>
		<link>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/leadership-action-triggers/</link>
		<comments>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/leadership-action-triggers/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 05:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icbc</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icbc.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[by : Mario Teguh Kualitas pertama dan yang paling penting dari sebuah tindakan adalah pelaksanaannya, baru kemudian ketepatan tindakannya, kemudian kemudahan melakukannya, kemudian ketepatan biayanya, dan kemudian yang terakhir adalah keindahan dari pelaksanaan dari tindakan itu. Tetapi para ahli menunda tindakan itu ada di mana-mana. Dan karena tidak melakukan yang seharusnya mereka lakukan, mereka jadinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=152&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>by : Mario Teguh</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kualitas pertama dan yang paling penting dari sebuah tindakan adalah pelaksanaannya, baru kemudian ketepatan tindakannya, kemudian kemudahan melakukannya, kemudian ketepatan biayanya, dan kemudian yang terakhir adalah keindahan dari pelaksanaan dari tindakan itu. Tetapi para ahli menunda tindakan itu ada di mana-mana. Dan karena tidak melakukan yang seharusnya mereka lakukan, mereka jadinya -harus melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Itu sebabnya banyak orang yang terlambat mencapai yang telah lama dicapai oleh orang lain. Sebetulnya, setiap orang di antara kita adalah pribadi yang super cepat bertindak-bila dia bertemu dengan sesuatu atau keadaan yang mewajibkannya untuk bertindak tanpa sempat memikirkan penundaan.</p>
<p><span id="more-152"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Peluang</span><br />
Reaksi cepat seorang pemimpin yang bertindak saat sebuah peluang hadir, bisa saja datang dari penantian yang cukup melelahkan, atau dari kekhawatiran bahwa kesempatan yang sama mungkin tidak akan tersedia lagi, atau bila peluang ini tidak diambilnya, orang lain akan memanfaatkannya. Bila kita tidak terlatih untuk berpikir cepat dalam menimbang resiko dan nilai dari keuntungan dalam bertindak cepat &#8211; pada awal terbukanya sebuah peluang; kita akan sering terperangkap dalam keharusan untuk segera meninggalkan sebuah pekerjaan, membayar biaya dari ketergesaan itu, sambil memusatkan perhatian kepada kemungkinan peluang berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Masalah</span><br />
Ada pemimpin usaha yang hanya akan bertindak &#8211; bila dia sudah mengetahui adanya sebuah masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada detik dia mengetahui masalah itu &#8211; karena tidak sengaja, atau karena sebuah proses formal; dia segera meledak dengan tindakan-tindakan drastis yang sering juga sangat emosional.<br />
Segala sesuatu ingin dilakukannya, semua harus selesai kemarin, dan dia menyalahkan semua orang &#8211; kecuali dirinya.<br />
Namun, semua orang yang mengenalnya, juga mengenali bahwa semua kegentingan itu akan segera berlalu, karena sang pemimpin akan segera santai kembali &#8211; karena sudah membiasa dan mulai lupa dengan pengetahuannya mengenai masalah-masalah bisnisnya.<br />
Bila dia ingat &#8211; dia panik. Bila dia lupa &#8211; dia santai.<br />
Sampai suatu saat dia akan sangat ingat &#8211; yaitu saat pemilik perusahaan menggantikannya dengan seseorang yang memiliki peledak tindakan yang lebih sensitif.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Ancaman</span><br />
Peledak yang satu ini adalah peningkatan kelas dari masalah.<br />
Masalah-masalah kecil yang tidak terselesaikan, akan tumbuh menjadi kenyataan yang membahayakan dan itu lah yang kita sebut sebagai ancaman.<br />
Sehingga, bila kita semua lebih berbakat untuk menunda penyelesaian masalah, sebetulnya kita semua ini sedang membesarkan ancaman-ancaman bagi diri kita dan tugas-tugas kepemimpinan kita.<br />
Seorang pemimpin yang berkelas tidak membiarkan dirinya diancam oleh apa pun untuk memutuskan dan melakukan yang benar, apa lagi oleh ancaman yang datang dari kelemahannya dalam bertindak.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Rencana</span><br />
Anda yang berencana baik dan besar &#8211; seharusnya mudah untuk membuat diri Anda mendahulukan yang harus didahulukan, melakukan dengan cara yang seharusnya, dan pada saat Anda harus melakukannya.<br />
Bila Anda telah memiliki rencana, tetapi rencana itu tidak membuat Anda<br />
terbebaskan dari kecenderungan untuk menunda dan mendahulukan yang menyenangkan saja &#8211; itu berarti bahwa Anda harus mengganti rencana Anda, atau mengganti sikap Anda.<br />
Bila Anda tidak dapat menggantikan kedua hal itu, akan datang suatu saat di mana Anda lah yang akan digantikan &#8211; dengan pribadi yang mudah meledak karena rencana-rencananya. Ingat lah, walau pun organisasi yang Anda pimpin itu berukuran besar dan berjangkauan luas &#8211; sifat dari kepemimpinan Anda adalah tetap kepemimpinan pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Impian</span><br />
Sebetulnya impian adalah juga sebuah rencana &#8211; hanya saja kita tidak mampu menjelaskan mengapa hati ini demikian terpukau-pikat kepada keindahan dari pembayangan keadaan di masa depan itu.<br />
Bila impian Anda tidak menggerakkan Anda untuk melakukan pekerjaan Anda dengan sungguh-sungguh &#8211; walau pun Anda tidak yakin pasti bahwa yang Anda lakukan akan menuntun Anda kepada impian Anda; makaAnda tidak sedang bermimpi.<br />
Ingat lah, bahwa hanya dia yang kesibukannya disemangati oleh impiannya<br />
yang bisa hidup dalam kesadaran kehidupan impian.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Tugas</span><br />
Peledak tindakan kepemimpinan yang tertinggi adalah keikhlasan menerima tugas sebagai pemimpin untuk mendatangkan perbedaan yang berarti bagi organisasi yang kita pimpin, bagi pelanggan yang kita layani, dan bagi semua yang berkepentingan atas kebaikan yang kita hasilkan.<br />
Bila Anda melihat ada sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk kebaikan organisasi dan bisnis Anda -jangan lah Anda menunggu sampai Anda menjadi pejabat; segera lakukanlah yang harus Anda lakukan.<br />
Melakukan yang baik tanpa harus diperintahkan adalah tanda kualitas<br />
kepemimpinan yang sebenarnya.
</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://marioteguh.blogspot.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icbc.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icbc.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icbc.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icbc.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/icbc.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/icbc.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/icbc.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/icbc.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icbc.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icbc.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icbc.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icbc.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icbc.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icbc.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=152&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/leadership-action-triggers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53e7290a3d5632db00d6aaaa75144768?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">icbc</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhtiar Melupakan Lupa</title>
		<link>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/ikhtiar-melupakan-lupa/</link>
		<comments>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/ikhtiar-melupakan-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 19:14:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icbc</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[Peta pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icbc.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[PETENGAHAN pekan lalu, saya menerima sebuah surat elektronik dari pria bernama Faisal. Ia mengeluhkan 12 jam dalam hidupnya yang begitu rusuh lantaran &#8220;kehilangan&#8221; dompet. Telepon sana-sini memblokir ATM dan kartu kredit, berjam-jam menapaktilasi tempat-tempat yang dicurigai sebagai lokasi tercecernya dompet. Belum lagi sepulang dia mengurus surat keterangan kehilangan di kantor polisi, bumper mobilnya bertumbukan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=147&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">PETENGAHAN pekan lalu, saya menerima sebuah surat elektronik dari pria bernama Faisal. Ia mengeluhkan 12 jam dalam hidupnya yang begitu rusuh lantaran &#8220;kehilangan&#8221; dompet. Telepon sana-sini memblokir ATM dan kartu kredit, berjam-jam menapaktilasi tempat-tempat yang dicurigai sebagai lokasi tercecernya dompet.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" src="http://www.gatra.com/images/gambar/164/68.jpg" alt="" />Belum lagi sepulang dia mengurus surat keterangan kehilangan di kantor polisi, bumper mobilnya bertumbukan dengan bagian belakang mobil lain; penyok! &#8220;Sampai di rumah, pengasuh anak saya tiba-tiba menyodorkan dompet itu, yang ia temukan di pinggiran sofa ruang tamu,&#8221; tutur Faisal.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah dirunut-runut, rupanya beberapa jam sebelum menyadari &#8220;kehilangan&#8221; itu, Faisal &#8211;dengan sadar&#8211; menaruh dompet kulit warna hitamnya di pinggiran sofa, lalu asyik menonton televisi. Di tengah kepanikan mencari, pinggiran sofa itu luput dari perhatian.</p>
<p><span id="more-147"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menyesal, geram, geli, dan berbagai perasaan lain bercampur aduk dalam diri Faisal menyikapi peristiwa lupa yang bikin rusuh itu. &#8220;Lupa tak cukup hanya ditanggapi sebagai hal manusiawi. Saya merasa memori otak saya harus direparasi,&#8221; tulisnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Faisal, 36 tahun, mengakui bahwa beberapa tahun belakangan, kualitas ingatannya terus menurun. Saya coba membandingkannya dengan ketidaknyamanan yang saya alami saat lupa letak bolpoin, kunci, remote control televisi yang sebelumnya &#8211;dalam rentang waktu tidak terlalu lama&#8211; saya taruh di suatu tempat. Belum lagi urusan nama-nama kenalan baru dan nomor-nomor telepon yang seolah menguap begitu saja dari kepala, juga dalam waktu singkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa begitu mudah lupa? Apa yang salah dengan daya ingat kita? Apakah benar olok-olok yang menyebut tentang keterbatasan kapasitas otak kita? Sejauh mana kemampuan kita untuk mengingat? Dan, apakah kemampuan mengingat berbanding lurus dengan pertambahan usia?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kemampuan otak manusia untuk mengingat tidak terbatas,&#8221; begitu dikemukakan Irwan Widiatmoko, 30 tahun, Direktur Brain&#8217;s Power Indonesia. Dengan mengutip penelitian mutakhir, ia menyebutkan, orang hanya menggunakan kapasitas otaknya tak sampai 1%. Iwan juga menjelaskan, otak manusia memiliki kompleksitas luar biasa, sehingga tidak ada batas, ruang, lingkup, atau kapasitas untuk tumbuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Penemu &#8220;peta pikiran&#8221; Tony Buzan, dalam buku Head Strong, mengemukakan bahwa otak manusia mengandung 1 trilyun neuron (sel saraf), yang disusupkan sejak lahir. Jika memakai patokan jumlah manusia pada pergantian abad ke-21 yang mencapai enam milyar, dalam kepala bayi yang mungil termuat sel saraf 166 kali lipat jumlah peduduk bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Angka itu belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah pola yang bisa dibuat otak &#8211;dalam bahasa Tony disebut &#8220;peta pikiran&#8221;. Dengan meminjam temuan peneliti Rusia, Prof. Pyotr Anokhin, Tony mengungkapkan bahwa jumlah &#8220;peta pikiran&#8221; yang dihasilkan otak adalah angka satu diikuti angka nol (dengan besar huruf standar dalam komputer), yang panjangnya mencapai 10,5 juta kilometer.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan ilustrasi lebih sederhana, pakar psikologi dan neuropsikologi dari California, Mark Rosensweig, menyatakan, sekalipun seseorang diberi informasi baru setiap detiknya selama seumur hidup, separuh kapasitas penyimpanan otaknya saja belum sepenuhnya terisi. Rosensweig ingin menegaskan bahwa masalah-masalah ingatan tidak berkaitan dengan kapasitas otak, melainkan lebih pada penanganan terhadap kapasitas tidak terbatas itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Melengkapi Rosensweig, Tony Buzan dalam buku lainnya, Use Your Perfect Memory, menyatakan bahwa ingatan mungkin akan mengalami penurunan sejalan dengan usia. Tapi itu terjadi jika seseorang tidak melatih penggunaan ingatannya. &#8220;Sebaliknya, jika kita menggunakannya, ingatan akan terus berkembang seumur hidup,&#8221; tulis Tony dalam buku tentang teknik optimalisasi daya ingat yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengoptimalan itu bisa dilakukan sejak bayi. Salah satu nasihat yang diberikan Tony Buzan: jangan mendorong si mungil menuju perkembangan dan pemikiran &#8220;satu kaki&#8221;. Seringkali, dengan alasan sopan santun, orangtua meminimalkan penggunaan tangan kiri. Padahal, seperti ditulis Tony Buzan dalam Brain Child, untuk tumbuh kembang otak, si bayi harus didorong menggunakan kedua tangan dengan sama baiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa tahun belakangan, di Indonesia bermunculan klinik atau lembaga pelatihan untuk mengoptimalkan ingatan dengan berbagai pendekatan, dari merangsang &#8220;kecakapan&#8221; otak sampai pendekatan hipnoterapi. Misalnya, Irwan Widiatmoko dengan lembaga Brain&#8217;s Power &#8211;berkantor pusat di Surabaya&#8211; yang didirikannya mengusung metode Super Genius Memory (SGM). Ada beberapa teknik berpelat SGM yang Irwan kembangkan, yakni SGM Stories, SGM Mnemonic, SGM Location, SGM Number, SGM Sentence, dan SGM Face.</p>
<p style="text-align:justify;">Sabtu pekan lalu, lembaga itu baru mengadakan pelatihan di Hotel Maharaja, Jakarta. Irwan yang dikenal dengan sebutan Mr. SGM ini mengisahkan, sejak awal 2002 dia berlatih ekstra untuk menerapkan teknik-teknik yang diajarkannya pada pelatihan SGM.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mencapai sebutan &#8220;master&#8221; dalam bidang ingatan otak, Irwan yang semula tidak tahu apa-apa hanya butuh waktu dua tahun. Satu tahun pertama dihabiskan untuk melahap semua buku yang berkaitan dengan penguatan memori. &#8220;Satu tahun berikutnya belajar untuk demo dan menjadi trainer,&#8221; ujar bujangan pemegang rekor pertama daya ingat versi Museum Rekor Indonesia itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara lembaga Prima Study yang berpusat di selatan Jakarta, Depok, menawarkan jasa pelatihan untuk meningkatkan daya ingat dengan &#8220;metode&#8221; Prima Memory. Menurut Yovan P. Putra, CH, trainer dan hipnoterapis dari Prima Study, selain menggunakan hipnoterapi (relaksasi, induksi sugesti positif), sesi pelatihan Prima Memory dijalankan dengan 10 prinsip peningkatan daya ingat yang telah dikembangkan lembaga ini. &#8220;Paling banyak peserta kami pelajar dari SMP sampai anak kuliah,&#8221; kata Yovan.</p>
<p style="text-align:justify;">Klinik The Indonesian Board of Hypnotherapy di Surabaya, selain menyediakan paket terapi untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan penguatan memori, juga melayani macam-macam terapi lainnya, dari penanggulangan fobia, kecanduan narkoba, sampai penurunan berat badan. Semua dilakukan dengan pendekatan hipnoterapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih di Surabaya, Fanny Boediman dikenal dengan teknik memorinya guna mengfungsikan otak kanan dan kiri secara maksimal. Jasa pelatihannya lebih ditujukan untuk siswa SMP dan SMU. Alasannya, ia prihatin terhadap kurikulum sekolah umum yang padat dan membuat anak tidak maksimal dalam belajar. &#8220;Mereka cenderung dikondisikan untuk menghafal dengan otak kiri saja,&#8221; kata Fanny, yang pernah menjadi instruktur untuk Super Brain, sebuah lembaga pelatihan otak di Surabaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama bergabung dengan Super Brain, alumnus Fakultas Teknik Sipil Universitas Petra, Surabaya, itu mendapat kesempatan mengikuti Mind Sports Olimpiad (MSO) Manchester Conference Center di University of Manchester Institute of Science and Technology, London. Fanny bahkan mendapatkan gelar grandmaster of memory techniques pada kompetisi yang diadakan tahun 2003 itu.&#8221; MSO punya taraf internasional dengan peserta yang ahli, mengingat dari senua penjuru dunia,&#8221; katanya kepada Taufan Luko Bahana dari Gatra.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kunci keberhasilan Fanny di ajang MSO adalah memberikan ruang pada otaknya untuk menyimpan memori baru. Itu sebabnya, ia sering bepergian mengunjungi tempat-tempat baru. Karena, Fanny melanjutkan, pada dasarnya otak akan membuat slot baru ketika menemukan hal-hal baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika slot baru itu dibuka, Fanny tinggal mengisinya dengan memori-memori hafalan. Hal ini membuatnya lebih mudah menyimpan ingatan bersama imajinasi yang pernah ia dapatkan saat mengunjungi tempat baru tersebut. Dengan itu, ia bisa menghafal ratusan kata dan angka dalam waktu singkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Uniknya, meski sudah meraih gelar grandmaster dalam teknik memori, Fanny mengaku masih sering lupa untuk hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-harinya. Ia sering lupa di mana menaruh buku-buku koleksi dan kunci mobil ketika benda-benda itu dibutuhkan. &#8220;Lupa kan hal wajar dimiliki setiap manusia,&#8221; kata Fanny sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain Fanny, ada juga Richard Claproth yang membuka jasa hipnoterapi untuk mengoptimalkan ingatan, berlokasi di wilayah Jakarta Selatan. Bersama organisasi Smart Leadership, Richard berhasil menelurkan sekitar 160 orang sebagai alumni. &#8220;Sebagian besar pekerja sosial,&#8221; ujar Richard. Para alumni itu dibekali dengan kemampuan hipnoterapi yang akan mereka gunakan untuk self-hypno alias menghipnosis diri sendiri untuk berbagai keperluan, termasuk meningkatkan daya ingat dan &#8220;melupakan&#8221; lupa.</p>
<p style="text-align:justify;">Efektifkah hipnoterapi mengatasi lupa? Menurut ahli penyakit saraf pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Bob Santoso Wibowo, SpS (K), lupa bisa disebabkan penyakit seperti gangguan pembuluh darah, gangguan pada saraf-saraf atau bagian-bagian otak, kerusakan otak, infeksi pada otak, degenerasi, dan atrofi (pengecilan otak). &#8220;Jika tidak ada penyakit, lupa juga bisa disebabkan terlalu banyak hal yang harus diingat, dikerjakan atau terlalu sibuk,&#8221; kata Bob kepada Azhimi Rahmawati dari Gatra.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih jauh Bob menjelaskan bahwa orang normal yang pelupa dan kurang konsentrasi bisa saja dibantu dengan hipnoterapi, karena pendekatan ini akan memberikan sugesti untuk menolong mereka yang lupa agar lebih berkonsentrasi dan mengingat. Namun, terhadap penderita penyakit tertentu &#8211;seperti demensia atau vascular dementia post-stroke&#8211; yang menyebabkannya menjadi pelupa, orang yang bersangkutan perlu diobati berdasarkan kasus penyebabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hampir senada dengan itu, hipnoterapis Yovan P. Putra menyebutkan tiga faktor penyebab lupa. Pertama, kegagalan pada proses pengodean informasi (encoding failure). Lupa menaruh bolpoin, kunci, atau pengendali jarak jauh televisi merupakan contoh kegagalan ini. &#8220;Ini diakibatkan, saat kita menaruh benda-benda itu, pikiran kita sedang mengembara ke tempat lain,&#8221; kata Yovan.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor kedua, adanya pengaruh informasi lain pada informasi yang ingin kita ingat. Contoh sederhana, menurut Yovan, terjadi ketika seseorang baru saja selesai membaca sebuah bab pada buku tertentu; seringkali informasi yang diperoleh dari bab tersebut tumpang tindih dengan informasi dari bab lain. Sedangkan faktor ketiga adalah kegagalan fungsi otak yang diakibatkan kerusakan fisik otak.</p>
<p style="text-align:justify;">Metode pelatihan yang ditawarkan Yovan untuk mengatasi lupa tidak berbeda dengan optimalisasi kekuatan ingatan. Salah satunya dengan teknik mengasosiasikan sesuatu yang potensial terlupa dengan peristiwa-peristiwa ekstrem yang mudah direkam dalam ingatan. Kebiasaan (lupa) mengunci pintu rumah dapat diasosiasikan, misalnya, dengan peristiwa kebakaran, perampokan, atau pembunuhan yang mengenaskan. &#8220;Otak kita bekerja dengan gambar, bukan dengan kata-kata,&#8221; Yovan menjelaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Asosiasi juga menjadi landasan Irwan Widiatmoko dalam menguraikan metode SGM-nya. Untuk orang yang kerap lupa nomor telepon, rekening, dan dan lain-lain yang berhubungan dengan angka, Irwan menyediakan SGM Number dengan kombinasi kode bunyi, kode bentuk, dan kode angka.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang dimaksud dengan kode bunyi yaitu mengubah angka menjadi benda yang disesuaikan dengan bunyinya. Misalnya satu menjadi batu, dua menjadi kuda, dan seterusnya. Sedangkan kode bentuk adalah mengubah angka menjadi benda yang disesuaikan dengan wujud asosiatifnya. Misalnya, 1=pensil, 2=bebek, 3=burung, 4=kursi terbalik, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun kode angka mengubah angka menjadi huruf mati yang mirip bentuknya, kemudian mengubahnya lagi menjadi benda yang bisa dibayangkan. Misalnya, 1=T=Ta, 2=N=Na, 3=M=Ma, 4=P=Pa, 5=S=Sa, 6=L=La, 7=J=Ja, 8=B=Ba, 9=G=Ga, 0=D=Da. Konsonan dari tiap huruf tersebut bisa berubah-ubah sesuai imajinasi masing-masing orang. Apabila digabungkan, 01=Data, 02=Dana, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih banyak lagi teknik lainnya yang dikembangkan masing-masing lembaga pelatihan. Sekilas, teknik-teknik itu terasa lebih rumit dari cara &#8220;lumrah&#8221; untuk mengingat. Namun, baik Yovan maupun Irwan yakin, dengan melatih teknik itu secara terus-menerus, masalah kegagalan fungsi otak &#8211;yang tidak sebabkan oleh penyakit&#8211; seperti lupa dapat teratasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah peristiwa lupa menaruh dompet yang bikin senewen itu, pada penutup surat elekroniknya Faisal menulis bahwa ia sudah memutuskan untuk secepatnya mengikuti pelatihan otak. Ia seperti tidak sabar untuk mengatasi masalah lupa, sekaligus mendongkrak kemampuan memorinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tentu saja penasaran; ingin mengetahui asosiasi seperti apa yang ia pilih untuk &#8220;menggantikan&#8221; kebiasaannya mengeluarkan dompet dari saku celana. Dua minggu lagi, saya akan menghubungi dia untuk menanyakan hasil pelatihannya. Mudah-mudahan saat itu saya masih ingat nomor teleponnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bambang Sulistiyo, Alfian, dan Elmy Diah Larasati<br />
[Laporan Utama, Gatra Nomor 45 Beredar Senin, 19 September 2005]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icbc.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icbc.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icbc.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icbc.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/icbc.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/icbc.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/icbc.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/icbc.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icbc.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icbc.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icbc.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icbc.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icbc.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icbc.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=147&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/ikhtiar-melupakan-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53e7290a3d5632db00d6aaaa75144768?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">icbc</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gatra.com/images/gambar/164/68.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Edward de Bono: Revolusi Berpikir</title>
		<link>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/edward-de-bono-revolusi-berpikir/</link>
		<comments>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/edward-de-bono-revolusi-berpikir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 18:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icbc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[mind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icbc.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Berpikir haruslah menjadi kegiatan yang menggairahkan, menyenangkan, nikmat, dan terasa seperti permainan. Pengalaman lebih dari 25 tahun Edward de Bono menunjukkan bahwa anak-anak menikmati kegiatan berpikir. Mereka senang menggunakan otak mereka dan senang menggali berbagai macam ide. Berpikir kritis tidak akan pernah cukup. Kita juga memerlukan cara berpikir yang konstruktif, generatif, dan kreatif. Ada juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=139&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berpikir haruslah menjadi kegiatan yang menggairahkan, menyenangkan, nikmat, dan terasa seperti permainan. Pengalaman lebih dari 25 tahun Edward de Bono menunjukkan bahwa anak-anak menikmati kegiatan berpikir. Mereka senang menggunakan otak mereka dan senang menggali berbagai macam ide.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.mizan.com/viewimage.php?id=6827&amp;width=150" alt="" />Berpikir kritis tidak akan pernah cukup. Kita juga memerlukan cara berpikir yang konstruktif, generatif, dan kreatif. Ada juga kebutuhan untuk berpikir lebih baik dalam menyelesaikan pertengkaran dan konflik. Tuntutan dunia saat ini adalah berpikir jernih dan konstruktif; mampu mengambil putusan dan menentukan pilihan; berinisiatif merancang dan merencanakan; serta kreatif.</p>
<p>Gunakan metode-metode sederhana dan praktis dalam How to Think ini untuk membantu kita keluar dari kebiasaan berpikir rutin dan mendapatkan ide-ide baru. Bekali anak-anak Anda dengan cara berpikir yang lebih baik. Bahkan satu saja kebiasaan atau alat berpikir yang diambil dari buku lengkap ini dapat berdampak kuat pada masa depan anak Anda.</p>
<p>Penulis	:	Edward de Bono<br />
Jumlah Halaman	:	368<br />
Penerbit	:	Mizan Pustaka<br />
Harga	:	Rp 63500.00<br />
ISBN	:	978-979-1284-01-1</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icbc.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icbc.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icbc.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icbc.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/icbc.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/icbc.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/icbc.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/icbc.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icbc.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icbc.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icbc.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icbc.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icbc.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icbc.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icbc.wordpress.com&amp;blog=1221645&amp;post=139&amp;subd=icbc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icbc.wordpress.com/2008/10/15/edward-de-bono-revolusi-berpikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53e7290a3d5632db00d6aaaa75144768?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">icbc</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mizan.com/viewimage.php?id=6827&#38;width=150" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
